Kenali penyakit infeksi di masa Panca Roba
Penyakit infeksi yang mendominasi dalam kondisi pancaroba saat ini adalah Diare, ISPA dan Demam Tifoid (typhoid fever). Ketiga penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi baik virus (Diare/ISPA) atau bakteri (Demam tifoid).
Kalau bicara soalnya terjadi penyakit infeksi hal ini berhubungan dengan 3 hal: daya tahan tubuh seseorang, jumlah kuman atau bibit penyakit dan faktor lingkungan. Saat ini kita juga maklum bahwa cuaca tidak bersahabat kadang panas, hujan gerimis atau hujan lebat. Kondisi ini juga menyebabkan suhu lingkungan juga menjadi naik turun. Hal ini jelas akan mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang.
Kalau bicara soal kuman dan bibit penyakit, kondisi cuaca saat ini membuat lingkungan menjadi tidak bersih, genangan air kotor karena hujan akan mengundang lalat dan kita tahu bahwa lalat merupakan vektor utama penyebab penyakit infeksi bakteri seperti salmonela (penyebab penyakit tifus), shigella dan amuba (penyebab diare). Selain itu udara lembab di dalam rumah akibat cuaca yang relatif dingin menyebabkan jumlah kecoak juga cenderung meningkat. Kita juga tahu bahwa kecoak salah satu vektor pembawa bibit penyakit. Selain itu faktor cuaca yang tidak menentu saat ini membuat kejadian infeksi saluran nafas atas juga meningkat. Saat ini memang baru ketiga penyakit infeksi tersebut yang teridentifikasi meningkat tetapi dengan mulai banyak genangan air bersih akibat hujan juga berpotensi meningkatnya nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue dan juga akan menyebabkan peningkatan kasus DHF beberapa minggu ke depan.
Mencegah lebih baik dari Mengobati
Dalam kondisi meningkatnya berbagai penyakit infeksi, berbagai upaya pencegahan memang harus dilakukan. Dari sudut pemerintah terutama yang berada di ujung tombak yaitu Puskesmas melakukan penyuluhan terus menerus mengenai budaya hidup sehat, pengawasan rutin terdapat penjual makanan dan minuman terutama disekolah2 dan juga tentunya mencegah terjadinya makanan yang dibagikan melalui MBG bisa dicegah agar tidak terkontaminasi kuman. Mengingat KLB akibat keracunan Makanan juga terjadi di beberapa daerah. Khusus untuk penyakit DHF, selain penyuluhan deteksi kasus dan peran jumantik perlu diaktifkan lagi mengingatkan kunci menekan jumlah kasus DHF adalah pengendalian vektor dalam hal ini nyamuk Aedes Aegypti.
Buat masyarakat yang terutama adalah selalu menjaga agar daya tahan tubuh tetap baik antara lain istirahat yang cukup minimal tidur 6 jam per hari, makan yang teratur dan bergizi, banyak konsumsi buah dan sayur-sayuran, cukup minum 8-10 gelas sehari, olah raga yang teratur.
Khusus untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu, sedia payung sebelum hujan, siap sweter jika cuaca di luar dingin dan usahakan jangan sampai tubuh kita terpapar dengan cuaca dingin di luar. Untuk masalah memilih makanan dan minuman di luar rumah memang kita harus perhatikan kualitas dan kebersihan makanan dan minuman tersebut.
Tatalaksana diare
Jika mengalami diare maka yang harus dicegah adalah orang yang mengalami diare tersebut tidak jatuh ke dalam keadaan kekurangan cairan dan elektrolit. Cairan yang mengandung elektrolit seperti oralit sebaiknya segera harus diberikan dan disesuaikan dengan jumlah atau banyaknya feses cair yang dikeluarkan. Minuman olah raga tidak dianjurkan untuk mengganti cairan dan elektrolit karena diare. Karena memang minuman olah raga adalah untuk mengganti cairan dan elektrolit yang keluar melalui keringat saat berolah raga. Jika kondisi dehidrasi cukup berat atau pasien tidak bisa mengonsumsi minuman akibat mual dan muntahnya maka pasien perlu perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan infus cairan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi.
Obat-obatan secara garis besar yang diberikan adalah obat anti diare untuk memberhentikan diare, antibiotika untuk membunuh kuman penyebab diare tersebut. Walau sebenarnya tidak semua diare tersebut karena infeksi oleh karena itu tidak semua diare tersebut perlu antibiotika. Obat lain juga kadang kala diperlukan untuk mengurangi gejala-gejala tambahan pada penderita diare tersebut. Gejala-gejala tambahan tersebut bisa diatasi dengan obat-obat misalnya jika terjadi demam diberikan obat penurun panas, jika mual sampai muntah dapat diberikan obat anti muntah. Jika terjadi mules yang sangat kadang kala diberikan obat anti kejang usus (antispasmodik).
Obat anti diare harus diberikan dengan bijaksana. Prinsip dasar obat anti diare segera disetop jika tidak terjadi diare lagi. Obat anti diare yang saat ini ada di pasaran antara lain bekerja sebagai adsorben atau sering juga disebut sebagai obat pengeras feses seperti atapulgit,kaolin/pektin, smectit, karkoal, ispagula husk dan cholesteramin. Beberapa produk di pasaran mengombinasi atapulgit dan pektin. Obat anti diare yang lain yaitu antikolinergik/antispasmodik (klinidium bromida, hiosin, mebeverin), opiate sintentik/natural (kodein, loperamid). Obat ini luas dipergunakan dan juga bisa dibeli bebas. Tapi tetap harus diperhatikan aturan pakainya. Karena jika tidak ada perubahan atau diare makin peran walau sudah mengonsumsi obat ini pasien harus tetap ke dokter untuk mendapat tambahan obat lain untuk mengatasi diare tersebut.
Salam sehat,
Ari Fahrial Syam
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI
Klinisi dan Akademisi



