Dokter Ari's BLOG 

Demonstrasi sehat

 

Demonstrasi Sehat..

Hari ini tanggal 1 Mei  merupakan hari buruh internasinal yang dikenal sebagai May Day, pemerintah sudah menjadikan hari ini menjadi hari libur nasional. Dengan adanya hari libur nasional memungkinkan buruh yang sedang libur tersebut untuk melakukan demonstrasi berunjuk rasa untuk menuntut perbaikan hidup bagi para buruh. Mereka akan melakukan aksi long march dan sekali-kali bernyanyi dan berteriak-teriak dan tentu hal ini akan membuat  mereka mudah jatuh kedalam dehidrasi. Disatu sisi  pengamatan cuaca dikota-kota besar  hari ini seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Makasar  diramaikan akan berawan dan hujan ringan dengan suhu udara rata-rata 30 derajat celcius.

Para demonstran  yang sedang berunjuk rasa akan  terpapar dengan  udara panas di kota-kota besar tersebut, mereka akan cepat berkeringat dan  akan mudah jatuh kedalam dehidrasi dan kondisi dehidrasi membuat emosi mereka menjadi meningkat dan mereka cenderung  menjadi lebih agresif. Oleh karena itu bagi   para demonstran yang berjalan kaki, berteriak atau bernyanyi harus tetap  menjaga minumnya. Secara normal kebutuhan cairan 8-10 gelas per hari atau sekitar 2 liter sehari. Pada saat para demonstran terpapar panas dan berjalan kaki menyebabkan tubuh berkeringat, maka kebutuhan cairan harus ditingkatkan dan sebaiknya juga dengan cairan isotonik. Hal ini mencegah  agar jangan sampai terjadi kekurangan cairan.

Pada seseorang yang mengalami dehidrasi, selain lebih sensitive dan emosinya menjadi tidak terkendali, mereka juga susah berpikir jernih. Orang yang mengalami dehidrasi akan mengalami pusing, sakit kepala dan jika kondisi dehidrasi bertambah berat bisa fatal sampai pingsan atau tidak sadar dan menyebabkan kematian. Tidak jarang kita mendengar para pendemo pingsan saat melakukan aksinya.

Para demonstran harus mendeteksi adanya kekurangan cairan yang terjadi. Perhatikan apakah sudah terasa haus, mulut kering dan air ludah lengket dan kepala terasa pusing. Bagi mereka yang sudah mengalami gejala tersebut  segera minum agar kondisi kekurangan cairan bertambah buruk. Selain itu karena umumnya saat melakukan demonstrasi para demonstran berteriak maka tenggorokan mereka bisa kering dan bisa mengalami iritasi oleh karena itu harus tetap minum dan diusahakan jangan minum yang dingin.

Upaya mencegah terjadinya dehidrasi sebenarnya bukan saja untuk para demonstran tetapi juga untuk para petugas yang sedang menjalani tugas mengamankan aksi demonstrasi tersebut. Upaya simpatik dapat dilakukan dari kedua belah pihak baik dari para pendemo maupun petugas untuk saling berbagi minuman. Minum dan tetap minum agar demonstrasi berjalan damai.

Salam sehat,

Dr.Ari Fahrial Syam

 

Demonstrasi Sehat.Hari ini tanggal 1 Mei  merupakan hari buruh internasinal yang dikenal sebagai May Day, pemerintah sudah menjadikan hari ini menjadi hari libur nasional. Dengan adanya hari libur nasional memungkinkan buruh yang sedang libur tersebut untuk melakukan demonstrasi berunjuk rasa untuk menuntut perbaikan hidup bagi para buruh. Mereka akan melakukan aksi long march dan sekali-kali bernyanyi dan berteriak-teriak dan tentu hal ini akan membuat  mereka mudah jatuh kedalam dehidrasi. Disatu sisi  pengamatan cuaca dikota-kota besar  hari ini seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Makasar  diramaikan akan berawan dan hujan ringan dengan suhu udara rata-rata 30 derajat celcius.

Para demonstran  yang sedang berunjuk rasa akan  terpapar dengan  udara panas di kota-kota besar tersebut, mereka akan cepat berkeringat dan  akan mudah jatuh kedalam dehidrasi dan kondisi dehidrasi membuat emosi mereka menjadi meningkat dan mereka cenderung  menjadi lebih agresif. Oleh karena itu bagi   para demonstran yang berjalan kaki, berteriak atau bernyanyi harus tetap  menjaga minumnya. Secara normal kebutuhan cairan 8-10 gelas per hari atau sekitar 2 liter sehari. Pada saat para demonstran terpapar panas dan berjalan kaki menyebabkan tubuh berkeringat, maka kebutuhan cairan harus ditingkatkan dan sebaiknya juga dengan cairan isotonik. Hal ini mencegah  agar jangan sampai terjadi kekurangan cairan.

Pada seseorang yang mengalami dehidrasi, selain lebih sensitive dan emosinya menjadi tidak terkendali, mereka juga susah berpikir jernih. Orang yang mengalami dehidrasi akan mengalami pusing, sakit kepala dan jika kondisi dehidrasi bertambah berat bisa fatal sampai pingsan atau tidak sadar dan menyebabkan kematian. Tidak jarang kita mendengar para pendemo pingsan saat melakukan aksinya.

Para demonstran harus mendeteksi adanya kekurangan cairan yang terjadi. Perhatikan apakah sudah terasa haus, mulut kering dan air ludah lengket dan kepala terasa pusing. Bagi mereka yang sudah mengalami gejala tersebut  segera minum agar kondisi kekurangan cairan bertambah buruk. Selain itu karena umumnya saat melakukan demonstrasi para demonstran berteriak maka tenggorokan mereka bisa kering dan bisa mengalami iritasi oleh karena itu harus tetap minum dan diusahakan jangan minum yang dingin.

Upaya mencegah terjadinya dehidrasi sebenarnya bukan saja untuk para demonstran tetapi juga untuk para petugas yang sedang menjalani tugas mengamankan aksi demonstrasi tersebut. Upaya simpatik dapat dilakukan dari kedua belah pihak baik dari para pendemo maupun petugas untuk saling berbagi minuman. Minum dan tetap minum agar demonstrasi berjalan damai.

Salam sehat,

Dr.Ari Fahrial Syam