Hipertensi Bisa Dicegah dan Bisa Diobati


Check up atau pemeriksaan kesehatan adalah suatu upaya kita untuk mendeteksi adanya kelainan yang terjadi pada tubuh kita, walaupun belum timbul gejala. Karena ada beberapa keadaan sakit yang memang hanya diketahui kalau kita melakukan check up. Pada awal baru mengalami hipertensi, tinggi atau rendahnya tekanan darah seseorang diketahui dengan pemeriksaan TD seseorang. Saat ini kriteria yang digunakan bahwa seseorang mempunyai tekanan darah normal sistolik Ada sebagian masyarakat takut ke dokter dan takut diketahui TD tinggi atau tidak dan tiba2 diketahui pingsan atau lumpuh sebelah karena mengalami stroke. Sebaliknya ada juga seseorang yang sudah diketahui hipertensi tidak minum obat teratur dan akhirnya tetap mengalami komplikasi stroke. Ada masyarakat yang memang sudah diketahui mempunyai riwayat hipertensi tetapi karena menjaga makan dan kontrol TD secara teratur tidak menderita hipertensi. Jadi intinya mengukur tekanan darah rutin menjadi penting apalagi yang memang sudah mengalami hipertensi. Untuk mencegah komplikasi dari hipertensi penyakit2 lain yang menjadi risiko untuk terjadinya komplikasi juga harus dideteksi dan dikendalikan.
Penyakit-penyakit tersebut bisa dideteksi dengan pemeriksaan laboratorium antara lain penyakit kencing manis (DM), kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi serta kadar asam urat yang tinggi.

Oleh karena itu bagi mereka yang berumur diatas 40 tahun dan tidak pernah check up apalagi dengan berbagai faktor resiko seperti umur diatas 40 tahun, obesitas, merokok, hiperkolesterol, hipertrigliserida, diabetes mellitus (DM), riwayat keluarga dengan sakit jantung atau hipertensi , kurang olah raga rutin dan sedang mengalami stres dianjurkan untuk segera check up.

Tubuh manusia sendiri memang bukan mesin yang setiap saat bisa dihidupkan dan dijalankan. Walau kita tahu mesin yang tidak terawat juga dapat rusak. Tubuh manusia baik fisik dan psikis dapat mengalami kelelahan. Rasa lemas dan kejenuhan bisa timbul saat tubuh kita mengalami kelelahan. Tubuh yang lelah bisa mengalami penurunan imunitas dan bisa menimbulkan berbagai penyakit. Kelelahan adalah satu faktor yang bisa memperburuk hipertensi atau sebagai pencetus terjadinya hipertensi.

Kenapa kita lelah? Kurang tidur merupakan faktor utama seseorang mengalami kelelahan. Beraktifitas seharian bahkan sampai larut malam pasti akan mengurangi jumlah tidur. Dampak kelelahan bagi kesehatan adalah gangguan kesehatan secara umum, kambuhnya berbagai penyakit kronis dan menurunnya daya tahan tubuh seseorang. Kelelahan serta stress yang tinggi juga akan sangat mengganggu proses metabolisme dan hormonal didalam tubuh kita. Kelelahan terjadi karena dipaksanya fisik dan mental kita untuk bekerja secara terus menerus tanpa istirahat yang cukup. Dalam mengatasi kelelahan kadang kala kita mencari jalan keluar dengan mengkonsumsi minuman yang dianggap dapat membuat tubuh kita menjadi segar seperti kopi atau suplemen yang mengandung cafein. Kafein memang dapat memberikan kesegaran sesaat tetapi yang kita butuhkan saat itu adalah istirahat.
Kelelahan berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan sistim pencernaan, gangguan sistim jantung dan pembuluh darah termasuk pembuluh darah otak serta penurunan daya tahan tubuh.
Mereka yang mengalami kelelahan juga sebenarnya sudah tidak berkonsentrasi dalam bekerja. Kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada pengendara yang sedang mengalami kelelahan tersebut. Saya pribadi pernah beberapa kali terlelap saat mengendarai mobil di tol karena kelelahan, pengalaman ini membuat saya memutuskan untuk mengambil sopir untuk menjalani aktifitas sehari-hari dan memanfaatkan perjalanan di mobil untuk tidur. Karena pekerjaan saya sebagai praktisi klinis, dosen dan pembicara membuat saya harus selalu segar walau kadang kala pernah ditegur pasien karena menguap saat memeriksa pasien. Jenuh atas rutinitis pekerjaan dengan volume yang tinggi merupakan tanda bahwa tubuh kita minta refreshing.
Tubuh sebenarnya mempunyai alarm buat kita kapan kita harus beristirahat, cuma kadang kala kita tidak memperhatikan alarm tersebut dan tetap terus bekerja. Kejenuhan, lelah, nafsu makan berkurang, mual, badan terasa lemas, meriang atau panas dingan, pegal-pegal, pusing dengan sebab yang tidak jelas adalah tanda-tanda kita harus beristirahat. Kalau perlu periksa kedokter dan cek laboratorium, kadang kala gejala awal sakit dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium.

Pada kesempatan ini kami sampaikan bahwa tidak ada proses penyakit yang terjadi tiba-tiba termasuk juga penyakit hipertensi, tetapi manifestasi klinisnya bisa tiba- tiba, cuma masalahnya gangguan kesehatan harus diidentifikasi dengan pemeriksaan, check up merupakan hal penting yang harus rutin dilakukan, sehingga kita tidak akan terkejut bila ada kematian mendadak yang terjadi disekitar kita.

Percayalah bahwa sakit bisa dicegah? Dari sudut medis seperti berulang kali sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Ada penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan menghindari faktor resiko yang menyebabkan penyakit tersebut terjadi. Rokok menjadi faktor resiko untuk terjadinya berbagai penyakit yang dapat terjadi karena rokok, dimana dampak rokok dapat terjadi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dengan tidak merokok kita tidak berisiko untuk tidak terjadi berbagai kanker yang sungguh mematikan seperti kanker paru maupun kanker pankreas. Pasien dengan DM dan hipertensi yang kontrol teratur terhindari dari penyakit gagal ginjal terminal yang perlu cuci darah rutin. Penyakit karena trauma atau kecelakaan juga termasuk penyakit yang dapat dicegah.

Bagaimana kalau sudah mengalami hipertensi?
Perbaiki gaya hidup: banyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan, kurang diet tinggi lemak, diet rendah garam, istirahat yang cukup, tidak merokok, tidak minum alkohol, kendalikan stress serta olah raga yang teratur.

Kenali diri anda dan cegah hipertensi
Salam sehat,


Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM,FACP