gallery/orange_photo6
gallery/orange_photo7
gallery/orange_photo8
gallery/orange_photo9

Sekali lagi pemerintah saat ini tidak belajar dari pengalaman terdahulu dalam mengantisipasi libur lebaran dan berakibat  menyusahkan rakyat dengan kemacetan total diberbagai tempat. Pantauan saya H-1 dari  media elektronik isinya laporan kemacetan-kemacetan, dimana-mana khususnya jalur pantura terutama justru terjadi di jalan tol.  Ada seorang pendengar menyampaikan bahwa dari Pamulang Tangerang - Tegal sudah 28 jam, keluhan disampaikan bahwa sudah 2 malam berada di jalan dan belum sampai tujuan.  Jarak tempuh 15 km sampai berjam2. Kondisi ini sudah pasti membuat para pemudik kecewa. Pembantu saya yang kebetulan juga sedang mudik ternyata harus menempuh waktu 36 jam untuk mencapai kampung di Cepu. Ada lagi pendengar yg melaporkan bahwa dari  Bogor ke Purwokerto sudah 28 jam juga belum sampai. SPBU menjadi sumber kemacetan karena akibat kemacetan, para pemudik  kehabisan BBM tetapi masalahnya  sebagian SPBU juga kosong. Pertamina sepertinya juga tidak mengantisipasi kebutuhan  konsumsi BBM yang tinggi akibat kemacetan total.


Para pemudik  sudah pasti mengalami  kelelahan. Karena mereka istirahat ala kadarnya dan makan dan minum apa adanya. Kondisi ini akan membuat daya tahan para pemudik akan menurun dan mereka akan terpapar dengan berbagai infeksi. Baik infeksi saluran pernafasan, infeksi pencernaan atau terkena infeksi demam berdarah. Stress yang terjadi akibat kemacetan juga memperburuk keadaan.  Pemerintahan  telah gagal mengantisipasi kemacetan yang terjadi sehingga rakyat jadi korban, harus ada evaluasi total mengenai kondisi macet terparah dalam 5 tahun terakhir. Pemerintah telah gagal mengantisipasi kemacetan akibat mudik lebaran yang  merupakan budaya tahunan sebagian masyarakat Indonesia. Selalu terjadi kemacetan dari tahun ketahun dan parahnya kondisi dari tahun ke tahun bukan semakin membaik tetapi malah semakin memburuk.


Arus balik harus menjadi perhatian para pejabat berwenang  karena jika tidak diantisipasi arus balik akan lebih kurang sama parahnya dengan kondisi mudik  karena masyarakat para pemudik mempunyai target yag sama Senin tanggal 11 Juli 2016 harus sudah mulai bekerja. Anjuran buat para pemudik jika sampai di tujuan segera istirahat cukup, untuk memulihkan kebugaran setelah berpuluh2 jam berada di kemacetan. Banyak mengosumsi buah2an serta cukup minum sampai 10 gelas perhari dan kalau perlu mengosumsi suplemen atau vitamin. Usahakan menghindari tempat rekreasi dimana akan berinteraksi dengan banyak orang yang berpotensi untuk tertular penyakit terutama penyakit infeksi saluran nafas atas. Untuk mengantisipasi kemacetan saat balik para pemudik sebaiknya meresechedule ulang akan mempercepat pulang atau memperlama pulang. Karena walau bagaimana mereka harus segera siap untuk kembali bekerja dalam kondisi sehat dan walafiat.
Salam sehat,


Dr.Ari F Syam


Praktisi klinis dan Pengamat Kesehatan

Kemacetan pantura terparah dalam 5 tahun terakhir pemudik jadi korban