gallery/orange_photo6
gallery/orange_photo7
gallery/orange_photo9

 

                                     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyebab Batalnya Puasa Ramadhan

Tak terasa kita sudah menjalani 10 hari pertama puasa Ramadhan. Beberapa pasien sudah melapor batal puasa, ada yang sudah dari hari pertama, ada yang hari kedua bahkan ada yang masih kuat berpuasa tetapi tetap dengan masalah pencernaan. Secara umum memang sebagian dari masyarakat muslim sudah ada yang batal puasa. Pasti setiap orang tidak menginginkan tidak bisa menyelesaikan puasa nya dengan baik didalam doa mereka selalu berharap dapat tetap sehat dan dapat menyelesaikan puasa dengan baik.

Pengamatan saya sebagai seorang dokter panyakit dalam, sebagian besar pasien yang datang kepada saya dan batal puasa karena masalah pencernaan. Kali ini nyeri ulu hati, mual dan muntah menjadi penyebab utama batal pada minggu pertama puasa.  Nyeri ulu hati memang seharusnya tidak sampai membatalkan puasa tapi untuk sebagian pasien nyeri ulu hati sangat mengganggu. Disisi lain pasien yang datang kepada saya mengatakan bahwa keluhan sakit maagnya membaik selama puasa. Walau ajaran agama sudah menganjurkan agar kita berpuasa agar sehat tetapi kita harus tetap memperhatikan makanan dan minuman selama buka dan sahur agar kita terhindar dari gangguan pencernaan dan tetap bisa melaksanakan puasa tanpa batal.

Diare juga menjadi penyebab  kenapa mereka batal puasa. Diare umumnya timbul pada pagi hari. Penyebab utama diare adalah konsumsi makanan  yang tidak tepat. Makanan terlalu pedas dan asam menjadi pencetus kenapa mereka mengalami diare. Belum lagi makanan yang dicurigai sudah terkontaminasi dan tetap dikonsumsi dicurigai menjadi penyebab kenapa pasien yang batal tersebut mengalami diare. Informasi ini menjadi penting agar masyarakat muslim yang menjalami puasa harus pandai-pandai memilih makanan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat kita berpuasa setelah 6-8 jam perut kosong akan terjadi peningkatan asam lambung yang dapat menyebabkan gejala gangguan maag. Keadaan ini biasanya berlangsung hanya pada 1 pekan puasa pertama dan gejala ini Insha Allah tidak dirasakan lagi pada minggu-minggu berikutnya. Tubuh akan menyesuaikan dengan perubahan kondisi tubuh akibat berpuasa.

Pada orang yang sehat, keadaan ini dapat diatasi dengan pilihan makan yang tepat pada saat berbuka dan sahur, serta kegiatan yang tidak menyebabkan terjadinya peningkatan udara di dalam lambung, serta peningkatan asam lambung. Adapun pada orang yang memang terdapat gangguan lambung sebelumnya puasa akan memperberat kondisi sakit lambungnya jika tidak diobati dengan tepat. Namun, jika sakit lambungnya diobati, mereka yang mempunyai sakit lambung tadi dapat melakukan ibadah puasa seperti orang normal umumnya.

Selama berpuasa, asupan makanan dan minuman harus menjadi perhatian terutama pada penderita pencernaan sebelumnya. Kita sebaiknya menghindarkan diri dari makanan yang menyebabkan atau memperberat gejala sakit maag, antara lain : hindari makanan minuman yang banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat, antara lain sayuran tertentu (sawi, kol), buah-buahan tertentu (nangka, pisang ambon), makanan berserat tertentu (kedondong, buah yang dikeringkan), minuman yang mengandung gas (seperti minuman bersoda). Hindari minuman  yang merangsang pengeluaran asam lambung antara lain: kopi, sari buah sitrus atau susu full cream.

Hindari makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung. Karena hal ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung, antara lain makanan berlemak, kue tar, coklat dan keju. Hindari makanan yang secara langsung merusak dinding lambung, yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica dan bumbu yang merangsang.

Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan, antara lain alkohol, coklat, makanan tinggi lemak dan gorengan. Selain makanan minuman di atas, ada beberapa sumber karbohidrat yang harus dihindarkan bagi penderita sakit maag,antara lain beras ketan, mi, bihun, bulgur, jagung,ubi singkong,tales,dan dodol. Kegiatan yang meningkatkan gas di dalam lambung juga harus dihindarkan, antara lain makan permen khususnya permen karet dan rokok. Rokok sudah terbukti akan menyebabkan pelemahan klep bawah kerongkongan dan memperlambat pengosongan lambung serta memperburuk luka yang terjadi pada lambung.

Selain itu yang perlu diperhatikan, saat berbuka cukup dengan minuman yang manis dan 3-5 buah kurma setelah sholat Magrib dan setelah sholat bisa  mengonsumsi makanan besar dengan tetap memberhatikan jumlah makanan dan macam makanan yang dikonsumsi. Kita musti ingat bahwa dengan puasa membuat asupan makanan kita dikurangi.

Oleh karena jumlah makan malam  tetap sama seperti kita makan malam dan bukan menggeser jumlah makan siang dikonsumi saat malam saat setelah kita berbuka puasa. Begitu pula saat sahur hindari makanan yang sulit dicerna dan yang terpenting juga kualitas makanan yang dikonsumsi saat sahur, Kadang kala karena terburu-buru kita hanya menghangatkan makanan saat berbuka tanpa memperhatikan kualitas makanan tersebut.

Perjalanan Puasa Ramadhan masih panjang, harapan orang yang berpuasa dapat menyelesaikan puasa dengan sebaik-baiknya dalam keadaan sehat. Segera berobat ke dokter jika sakit agar kondisi sakit yang terjadi lebih cepat ditangani dan bagi yang sakit tersebut dapat menyelesaikan sisa puasanya dengan lancar.

Salam sehat,

Dr.Ari F Syam (@dokterari)